1.
Meningkatkan Akses Nutrisi Seimbang
Banyak negara telah mengembangkan program pemberian
makanan tambahan yang kaya nutrisi untuk balita dan ibu hamil. Di Indonesia,
misalnya, terdapat Program Makanan Tambahan (PMT) yang mengutamakan peningkatan
konsumsi protein hewani dan zat besi pada ibu hamil untuk memastikan
perkembangan janin yang optimal. Di Korea Utara, program pemberian satu telur
per hari pada anak-anak membantu meningkatkan asupan protein harian, yang
esensial untuk pertumbuhan mereka.
2.
Fokus pada Perbaikan Gizi Ibu Hamil dan Bayi
Sebagian besar negara yang berhasil menurunkan angka
stunting fokus pada kesehatan ibu sejak masa kehamilan. Pemeriksaan rutin
selama kehamilan, suplemen zat besi, dan vitamin A telah menjadi praktik
standar di banyak negara. Program ini telah terbukti efektif di India, di mana
penurunan angka stunting di beberapa wilayah tercapai setelah akses ke makanan
bergizi untuk ibu hamil diperluas.
3.
Pemberian ASI Eksklusif dan Edukasi Gizi untuk Orang Tua
Pemberian ASI eksklusif pada enam bulan pertama
kehidupan bayi memainkan peran penting dalam mencegah stunting. Di Afrika
Selatan dan banyak negara Eropa, program edukasi bagi ibu difokuskan pada
manfaat ASI dan praktik gizi yang benar setelah periode ASI eksklusif. Edukasi
ini bertujuan agar para ibu memiliki pemahaman lebih baik tentang pentingnya
gizi dan pola makan yang sehat untuk anak mereka.
4.
Perbaikan Sanitasi dan Akses Air Bersih
Kondisi sanitasi yang buruk dan keterbatasan akses air
bersih meningkatkan risiko infeksi pada anak-anak, yang dapat menghambat
penyerapan nutrisi. Negara seperti Bangladesh dan Kamboja telah membuat langkah
besar dalam meningkatkan akses ke fasilitas sanitasi dan air bersih melalui
pembangunan infrastruktur. Intervensi ini tidak hanya mengurangi risiko infeksi
tetapi juga mendukung pertumbuhan anak yang optimal.
5.
Penguatan Sistem Pelayanan Kesehatan Dasar
Beberapa negara, termasuk Ethiopia dan Kenya,
berinvestasi pada peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan dasar
untuk memantau kesehatan dan pertumbuhan anak sejak dini. Program imunisasi,
suplemen mikronutrien, dan deteksi dini masalah gizi pada balita dilakukan
secara terintegrasi dalam sistem kesehatan. Hal ini terbukti meningkatkan daya
tahan tubuh anak dan menurunkan angka stunting.
6.
Kolaborasi Global untuk Pengentasan Stunting
Kerja sama antar negara melalui organisasi seperti WHO
dan UNICEF juga memberikan dampak besar dalam mengurangi angka stunting secara
global. Program pemberian suplemen makanan, pelatihan gizi, dan dukungan
finansial untuk program kesehatan masyarakat telah dilaksanakan di banyak
negara dengan hasil signifikan. Dukungan ini memungkinkan pemerintah di negara
berkembang untuk menerapkan solusi berbasis bukti dalam mengatasi stunting.
Pendekatan
komprehensif yang melibatkan gizi, kesehatan, sanitasi, dan pendidikan
merupakan kunci dalam mengatasi stunting secara global. Model keberhasilan dari
berbagai negara menunjukkan pentingnya peran pemerintah dan masyarakat dalam
menyediakan layanan dan edukasi yang dibutuhkan untuk mencegah stunting
